Kata Yang Menguap Dalam Senyap
Aku ingin menulis tentang dia, yang namanya terdiam di bibirku, terpendam dalam relung hatiku. Seperti angin yang berbisik lembut di antara dedaunan, kehadirannya terasa, tapi tak pernah bisa kugenggam. Dia adalah rahasia yang kusimpan rapi, sebuah cerita yang tak pernah selesai, karena aku tak pernah cukup berani untuk memulai.
Bayangnya melintasi pikiranku seperti senja yang menyapa cakrawala. Ada kehangatan dalam dirinya, seperti matahari yang pelan-pelan menyusup ke dalam jiwa. Setiap kata yang ia ucapkan bukan hanya suara, melainkan alunan nada yang menyentuh sudut-sudut sunyi dalam diriku. Ia berbicara, dan aku mendengar, seolah dunia berhenti sejenak hanya untuk membiarkan suaranya menjadi satu-satunya melodi yang ada.
Dia adalah samudra yang luas, penuh misteri, penuh kedalaman. Tak pernah kutahu sejauh mana gelombang pikirannya mengalir, tetapi aku selalu terpesona oleh ketenangan di permukaannya. Ada kebijaksanaan dalam caranya menenangkanku, seperti hujan yang turun tanpa gemuruh, membasuh luka-luka yang tak kasatmata. Aku tak tahu bagaimana ia melakukannya, tapi setiap kali aku kehilangan arah, ia hadir seperti bintang utara yang menuntunku kembali.
Namun, seperti bintang yang bersinar di kejauhan, aku hanya bisa mengaguminya dari sini, dari tempat di mana aku tahu batasanku. Bukan karena aku tidak ingin mendekat, tetapi karena aku tahu, dia terlalu berharga untuk kuganggu dengan kegelisahanku. Aku memilih menyimpan perasaan ini seperti bunga yang tumbuh dalam kegelapan, mekar tanpa pernah terlihat.
Ia tak pernah tahu, atau mungkin berpura-pura tak tahu, bahwa setiap senyumnya adalah alasan mengapa aku terus melangkah. Bahkan saat ia tak bicara, kehadirannya sudah cukup menjadi kekuatan bagiku. Setiap kisah yang ia ceritakan adalah jendela menuju dunia yang tak pernah kutahu sebelumnya, penuh warna, penuh pelajaran. Ia adalah seseorang yang membuatku percaya bahwa ada keindahan dalam setiap detik kehidupan, meski tak semua detik itu bisa kumiliki.
Dan aku? Aku hanyalah pengagum sunyi, seseorang yang memandang dari kejauhan. Aku menulis tentangnya dengan hati yang bergetar, berharap dia tahu tanpa aku perlu berkata. Jika pun ia membaca ini, biarlah ia mengira bahwa ini hanya tulisan biasa, bukan tentangnya. Karena aku tahu, beberapa rahasia memang lebih indah jika tetap menjadi rahasia.
Jadi, di sinilah aku, menuliskan cerita ini dalam senyap, melangitkan doa-doa tanpa suara. Untuk dia yang tak berani kusebut namanya, aku hanya berharap ia tahu bahwa dunianya telah meninggalkan jejak yang tak akan pernah hilang di hatiku.
Keren kak
BalasHapusKeren skli kak👍
BalasHapus💗🌼
BalasHapus