"Jika Bicara Tentang Masa Depan, Aku Pun Bingung Tak Punya Tebakan" Lirik lagu cincin Hindia

"Jika bicara tentang masa depan, aku pun bingung tak punya tebakan". Kalimat ini terasa seperti pengakuan yang paling jujur dari diriku hari ini. Bukan karena aku tidak ingin punya rencana, tapi karena kepalaku sedang terlalu penuh oleh hal-hal yang harus diselesaikan lebih duludulu. 


Belakangan, aku sering mendengarkan lagu Cincin dari Hindia. Lagu itu tidak menawarkan masa depan yang gemerlap atau janji-janji besar. Justru sebaliknya, ia hadir dengan kejujuran: bahwa tidak semua orang tahu akan berjalan ke mana, dan tidak apa-apa untuk mengakuinya.

Aku sedang berada di semester tujuh. Fase yang sering disebut sebagai tahap “akhir”, padahal rasanya lebih seperti tengah-tengah lelah, tengah bingung, dan tengah bertanya-tanya tentang arah hidup. Skripsi yang seharusnya menjadi penutup perjalanan kuliah, justru menjadi ruang paling sunyi untuk berhadapan dengan diri sendiri.

Menulis skripsi bukan hanya soal teori dan data. Ia adalah tentang melawan rasa ragu, menenangkan pikiran yang terus merasa tidak cukup, dan bertahan di hari-hari ketika motivasi terasa sangat jauh. Ada kalanya aku duduk lama di depan layar, bukan karena tidak tahu harus menulis apa, tapi karena terlalu takut untuk memulai.

Di titik ini, lagu Cincin terasa seperti teman seperjalanan. Ia tidak memaksaku untuk segera yakin, tidak mendesakku untuk punya jawaban tentang masa depan. Lagu itu seolah berkata bahwa kebingungan bukanlah kegagalan, melainkan bagian dari proses menjadi manusia.

Aku mulai belajar menerima bahwa masa depan tidak selalu harus ditebak hari ini. Mungkin yang terpenting saat ini bukan tentang akan jadi apa nanti, melainkan tentang bertahan hari ini. Menyelesaikan satu bab skripsi, melewati satu hari dengan kepala yang masih berisik, dan tetap bangun meski hati terasa lelah.

Jika suatu hari nanti aku menemukan jawabannya, semoga aku ingat fase ini. Fase di mana aku bingung, ragu, dan sering merasa sendirian, tapi tidak berhenti berjalan. Karena mungkin, masa depan memang tidak menuntut kita untuk selalu siap ia hanya ingin kita tetap melangkah, meski perlahan.

Komentar

  1. Selamat telah berjuang sampai sejauh ini dan semoga saja anda selalu kuat dengan hal-hal yang akan terjadi di masa depan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer